Sabtu, 05 Juni 2010

4 hari 3 malam yang sangat membosankan skaligus menyenangkan untukku...
Awalnya aku sangat bosan skali di villa trsbt, teman2ku berkumpul dengan kelompok mreka sndri. Kadang aku bergabung dengan mreka tetapi terkdang aku jauh dri mreka, karna pikirku aku akan mengganggu mreka. Aku tak tahu apakah pikiranku tersebut benar atau tidak, namun terkadang aku melihat wajah mreka seperti itu. Aku harap ini hanya perasaanku.
Hari pertama dan kedua kulalui dengan pikiran dan kegiatan yang sama skali tak berguna. Aku hanya menyendiri, bermain ayunan dengan menelepon smua teman dan orang tuaku hanya untuk memperlihatkan bahwa aku tak sndiri, namun kenyataannya aku sendirian. Aku juga mengisi hariku disana dengan sesuatu kegiatan yang tak shrsnya kulakukan. Namun aku benar2 stres saat itu, aku lelah mlihat mreka berkelompok2, aku lelah dengan kesendirianku, aku lelah dengan diriku sendiri karena hal itu aku melakukan smua itu dan kenyataannya itu dapat mendekatkanku slah seorang dr mereka.
Disana saat temanku mengadakan acara aku mencoba menghormati mreka dengan tidak protes atau pergi dari acara secepatnya, aku ingin dekat dengan mreka, aku ingin kelasku menjadi kelas yang benar2 kompak, aku ingin mreka bisa menerimaku dengan aku yang sekarang. Namun hal itu mungkin akan sulit karena aku adalah orang yang tak pantas rasanya untuk dikasihi maupun dicintai. Bbrp kali aku sudah merasa nyaman, namun saat malam hari kedua, aku benar2 merasa diacuhkan, dijauhkan dan tak dianggap. Benar2 malam itu aku merasa sendirian yang sedalam-dalamnya slama 4 hari disana. Aku tak berani memakan hasil jerih payah mreka karena aku tak bekerja, aku tak mau orang memandangku bahwa aku ini hanya orang yang yang tak tau diri. Sudah tak bekerja tapi dengan santai memakan jirih payah org lain. Karena hal itu, saat mreka menawariku aku hanya berkata bahwa aku masih saja kenyang. Meskipun sbnrnya aku juga sedikit lapar tapi aku juga menahannya. Bbrp dr mreka sempat menawariku bbrp kali dan memaksaku, hingga akhrnya aku memakan 2 atau 3 tusuk aku lupa.. Saat slesai acr trsbt teman kami menjlskan bahwa akan ada acr jerit mlam. Namun batal karena banyak yang tak maw, sebenarnya aku juga tak enk dgn temanku yang sudah susah paya mencari tmpt untuk kami, namun apadaya karena aku takut. Stlh itu ad rncna sesi untuk foto, saat itu kami menunggu bbrp tmn kami yang mengatur pose, namun banyak dr teman2ku yang mengeluh. Mreka tak melihat bagaimana kerja keras teman mreka yang telah menccari pose foto yang baik untuk kelas mreka sndiri. Akhrnya kami tetap tak jdi untuk berfoto dan kembali ke villa.
Hari ketiga adalah hari yang kusuka, karena dihari tersebut aku bisa melihat teman2ku bersatu, meski ad bbrp yg msih tak prcya dan memendam prasaan mreka dalam puncak acra tersbut. Bbrp menit sblum puncak acr tersbt aku duduk di ayunan, rencananya aku akan menelepon temanku, namun karena temanku tak mengangangkatnya aku berdiam di ayunan trsbt dan mendengarkan musik. Tak lama ad seorang temanku yang datang dan bertanya kpdku knp aku dsna sndirian dan aku hanya menjawab bahwa aku sungkan dengan yang lain. Awalnya ia kaan menuju ke ayunan yang satunya lagi, namun karena aku menjawab pertnyaannya dengn jwban sperti itu, ia berputar arah dan bertnya kpd ku kenapa aku bisa sungkan. Akhrnya aku menceritakannya kepadanya, namun itu blum smuanya. Ia menanggapiku dengan saran dan dukungannya. Awalnya saat aku menceritakan masalahku kepadanya, aku tak memiliki perasaan plong atupun apapun karna itu tak akan merubah apapun. Saat ia menasehatiku 2 tmnku datang dan bergabung bersama kami, lalu seorang dr mreka juga memberiku saran dan dukungan pula padaku. Krna dukungan dan saran mreka, aku menangis sndrian dantak ad yang mngetauhinya. Krna aku berpikir smua yang dktkan tmnku itu tak akan berguna padaku, krnaku tak pantas untuk mreka dan bnyk skali pkran yg smakin negatif dalam otakku saat itu, aku menangis dan menangis.
Saat puncak acra aku takut aku akan menjadi bahan acra trsbt, karna aku takut mreka akan menanyakan sesuatu padaku dan aku juga berpikir bahwa acr trsbt mungkin tak akan sia2 krna mreka tak mungkin mreka akan mengutarakan keunekan mreka. Namun aku sdikit salah, mreka benar2 mengeluarkan keunekan mreka. Kenapa aku menulis sedikit krna ad brp dr mreka yg tak mengutarakan keunekan mreka trsbt. Ditengah acr trsbt aku benar, seorang dr mreka menyebut namaku namaku dan bertnya padaku aoakah aku ad sesuatu yg ingin dibcrakan. Saat aku akan menjwab tak ad, namun aku tahu bahwa itu artinya kau berbohong dan salah satu dr mreka sudah ada yang mengetahuinya. Akhrnya aku hanya berkata bahwa mreka sangat egois, kenapa egois aku tak bisa mengatakannya krna aku takmungkin mengatakannya. Aku tak mungkin bsa. Lalu tmanku bertny lagi apakah aku tak nyaman dg klsku yang skr. Bukan bgtu, aku sangat snang brada dklsku saat ini krna mreka mmbuatku gmbra. Sbnrnya mreka sangat baik2, asyik2, lucu2 dan menyenangkan, namun ada mreka terkadang ad disaat keegoisan mreka sndiri. Mlm itu slh sorang tmnku juga mmbntuku, sbnrnya aku ingin berterima kasih padanya namun aku malu mreka akan berpikir bgmn ttgku, aku tak tahu knp pikiran itu bsa muncul. Stlh itu guru pembimbing kami bertnya pada ku apkh tmn2 prnh mlakukan keeoisan mreka pd ku dan aku mnjwb tidak. Sbnrnya aku ingn mngtakan bahwa krna keeoisan mreka itulah yang membuat kls mnjd tak kompak. Namun aku tak mau bnyk bcr krn aku t bs mnjlskannya. Mlm itu aku sangat snang, krna aku berpikir bahwa sthh ini psti smua akan mjd lbh baik.
Hari berikutnya aku sudah merasa lega dan plong, ntah mngapa. Skr aku hanya dapt berharap lebih baik kedepannya dan aku bisa mencoba lebih dulu untuk memulai komunikasi dengan mreka spt yang temanku katakan padaku. Smoga saja..^^