Senang rasanya mendapat sesuatu yang membuatku memiliki harapan kembali. Disaat cahaya mulai meredup, harapan kembali dengan cahaya yang sangat terang. Membuat ku seakan berada di suatu tempat yang sangat menyenangkan. Aku tak bisa menghilangkannya dalam pikiranku. Mengingatnya terkadang membuatku tersenyum, nyaman dan tenang. Namun juga kecewa dan gusar, karena mungkin ia tak memikirkanku sedikitpun dan juga melupakanku. Tapi aku tak peduli, hatiku tak ingin menghilangkannya, otakku tak ingin berhenti mengingatnya dan memikirkannya.
Seandainya aku bisa mengenalnya lebih dekat dan berteman dengannya, mungkin aku akan sangat bahagia dihari itu dan tak akan terlupakan.
Kamis, 29 April 2010
Rabu, 21 April 2010
Aku tak tahu apa yang mereka pikirkan. mereka sama sekali tak memikirkan berapa nilai ang akan kita dapat maupun berapa uang yang akan dikeluarkan bila semua itu salah besar!?
Aku tak tahu harus berkata apa lagi. mereka seolah-olah tak mau mengerti sendiri maupun peduli. Bukan hanya mereka yang malas maupun bingung mengerjakan maupun merubahnya. Aku juga bingung, aku pusing! Selama tugas pertama aku menatap layar terus. Mataku terasa sudah tak kuat, punggung dan pinggangku terasa remuk karena menatap layat tak bergerak bebas, otakku terasa penuh dan tak bisa berpikir. Namun apa yang mereka lakukan?
Aku ingin marah tapi apa dayaku. Apa mereka tak mengerti perasaan orang lain? Karena aku ini bukan teman dekat mereka karena itu mereka tak menghargaiku??
Aku sudah cukup sabar menghadapi mereka smuanya. Aku tau aku tak sepintar, serajin, sebaik, setangkas, dan secakap mereka. Tapi apa karena itu mereka tak bisa menghargai orang lain. Aku lelah, aku ingin laru dari kenyataan ini. Aku ingin pergi dari tempat yang ramai ini. Aku ingin berada ditempat sepi saat ini dengan seseorang yang mau menerima keadaanku dan menghargai kekuranganku ini. Aku bosan dengan sandiwara yang ada didunia ini. Karena sandiwara itu aku semakin tak mengerti diriku sendiri.
Aku tak tahu harus berkata apa lagi. mereka seolah-olah tak mau mengerti sendiri maupun peduli. Bukan hanya mereka yang malas maupun bingung mengerjakan maupun merubahnya. Aku juga bingung, aku pusing! Selama tugas pertama aku menatap layar terus. Mataku terasa sudah tak kuat, punggung dan pinggangku terasa remuk karena menatap layat tak bergerak bebas, otakku terasa penuh dan tak bisa berpikir. Namun apa yang mereka lakukan?
Aku ingin marah tapi apa dayaku. Apa mereka tak mengerti perasaan orang lain? Karena aku ini bukan teman dekat mereka karena itu mereka tak menghargaiku??
Aku sudah cukup sabar menghadapi mereka smuanya. Aku tau aku tak sepintar, serajin, sebaik, setangkas, dan secakap mereka. Tapi apa karena itu mereka tak bisa menghargai orang lain. Aku lelah, aku ingin laru dari kenyataan ini. Aku ingin pergi dari tempat yang ramai ini. Aku ingin berada ditempat sepi saat ini dengan seseorang yang mau menerima keadaanku dan menghargai kekuranganku ini. Aku bosan dengan sandiwara yang ada didunia ini. Karena sandiwara itu aku semakin tak mengerti diriku sendiri.
Rabu, 14 April 2010
Kuingin bertemu dengannya, apakah itu salah?
Kuingin dekat dengannya, apakah itu salah?
Kuingin lebih mengenalnya, apakah itu salah?
Kenapa sulit sekali untuk bertemu dengannya?
Hati ini terasa terbakar bila mengingatnya..
Tak bisa menghilangkan wajahnya yang terus melayang-layang dalam otakku..
Aku tak bisa berpikir jernih saat ini..
Keinginanku saat ini hanya bertemu dengannya..
Kuingin dekat dengannya, apakah itu salah?
Kuingin lebih mengenalnya, apakah itu salah?
Kenapa sulit sekali untuk bertemu dengannya?
Hati ini terasa terbakar bila mengingatnya..
Tak bisa menghilangkan wajahnya yang terus melayang-layang dalam otakku..
Aku tak bisa berpikir jernih saat ini..
Keinginanku saat ini hanya bertemu dengannya..
Langganan:
Postingan (Atom)